Isa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Isa (bahasa Arab: عيسى, `Īsā; Essa) adalah salah satu nabi dan rasul dalam agama Islam dan merupakan salah satu dari Ulul Azmi. Dalam Al-Qur'an, ia disebut Isa ibnu Maryam atau Isa al-Masih. Ia ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina.

'Isa
عيسى
Isa (Jesus)1.png
Kaligrafi 'Isa alaihis-salam (keselamatan atasnya)
LahirBetlehem
Gelar
Orang tuaMaryam[1] (ibu)

Ayat

Etimologi

Nama Isa ini diperkirakan berasal dari kata Eesho atau Eesaa yang tidak di ketahui asal kata ini, karena identifikasi kebenaran sejarah atas penamaan Yesus Kristus yang umum digunakan umat Kristen ber-bahasa Aram adalah nama Yeshua Hamasiakh, sedangkan orang Kristen Arab menyebutnya dengan Yasu'a al-Masih (bahasa Arab: يسوع المسيح).

Dalam Islam, Nabi Isa a.s. mendapatkan gelar dari Allah Swt dengan sebutan Ruhullah dan Kalimatullah. Kalimatullah karena Isa dicipta dengan kalimat Allah "Jadilah!", maka terciptalah Isa, sedangkan gelar Ruhullah artinya ruh dari Allah karena Isa langsung diciptakan Allah dengan meniupkan ruh ke dalam rahim Maryam binti Imran.

Genealogi

Narasi Al-Qur'an tentang Isa dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta kelahiran Yahya. Kemudian Al-Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah.

Dikisahkan pula bahwa selama Isa berada di dunia, ia tidak menikahi seorang wanita karena ia terlebih dahulu diangkat oleh Allah kelangit. Akan tetapi, ada riwayat yang mengatakan bahwa Isa akan menikah dengan salah satu umat Muhammad ketika ia turun dari langit, kejadian ini dikisahkan menjelang akhir zaman.

Wujud

Dalam buku dikatakan bawa wujud fisik Isa digambarkan oleh Muhammad yaitu, rambutnya terbelah dua, wajahnya tampan, kulitnya putih agak kemerah-merahan. Muhammad bertemu dengan Isa, ketika ia sedang dalam Isra Mi'raj ke Sidrat al-Muntahā, dilangit kedua yang disebut sebagai Al-Maa'uun.[4]

Riwayat

Kelahiran

Muslim percaya pada konsep kesucian Maryam, yang telah diceritakan sepanjang dalam beberapa ayat dalam Al Qur'an. Menurut kisah di Al-Qur'an, Maryam selalu beribadah dan telah dikunjungi oleh malaikat Jibril. Jibril mengatakan kepada Maryam tentang akan diberikan calon anak yang bernama Isa, Maryam sangat terkejut, karena ia telah bersumpah untuk menjaga kesuciannya kepada Allah dan tetap mempertahankan hal itu dan bagaimana pula dia bisa hamil tanpa seorang lelaki, lalu Jibril menenangkan Maryam dan mengatakan bahwa perkara ini adalah perkara yang mudah bagi Allah, yang ingin membuat dia sebagai tanda untuk manusia dan rahmat dari-Nya. Seperti halnya dalam konsep penciptaan Adam tanpa ibu dan bapak.

Pembicaraan mereka terekam dalam salah satu surah di dalam Al-Qur'an

Beberapa ayat lain terkait dengan kelahiran Isa antara lain

Setelah Isa berada di dalam rahim Maryam, ia lalu mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur. Disana ia melahirkan dan beristirahat di dekat sebuah batang pohon kurma. Isa kemudian berbicara memerintahkan ibunya dari buaian, untuk mengguncangkan pohon untuk mengambil buah-buah yang berjatuhan, dan juga untuk menghilangkan rasa takut Maryam dari lingkungan sekelilingnya Maryam berzinah, kemudian Maryam menunjuk kepada anaknya yang baru lahir itu, maka Isa pun menjawab

Referensi dalam hadits lain adalah:

Menurut al-Tabari, hal ini disebabkan karena doa Maryam: "Aku berlindung kepada-Mu, untuk dia dan keturunannya dari setan yang terkutuk."

Tugas sebagai nabi dan rasul

Nabi Isa as. diutus kepada Bani Israil, untuk mengajarkan tentang ke-esaan Tuhan dan menyelamatkan mereka dari kesesatan. Muslim percaya Isa telah dinubuatkan 'disebutkan' dalam Taurat, untuk membenarkan ajaran-ajaran nabi sebelumnya.

Beberapa kisah menyebutkan bahwa Yahya bin Zakariyya[a] pernah bertemu dengan Nabi Isa as. di sungai Yordan, sewaktu Nabi Yahya as. pergi ke Palestina.

Sungai Yordan tempat dimana Isa bin Maryam pernah bertemu dengan Yahya bin Zakariyya. menurut beberapa kisah.[11]

Beberapa ayat dari Al Qur'an yang menegaskan tentang kenabian Isa antara lain:

Nabi Isa as. tidak dibunuh ataupun disalib

Al-Qur'an menerangkan bahwa Nabi Isa as. tidaklah dibunuh maupun disalib oleh orang-orang kafir. Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah seperti Isa.[b]

Isa diangkat ke langit

Al-Qur'an menerangkan Yahudi mencari dan berusaha membunuh Nabi Isa as., tetapi mereka tidak berhasil membunuh dan menyalibkannya. Isa diselamatkan oleh Allah dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah yang tahu tentang hal ini. Al Qur'an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini.

Nabi Isa as. di akhir zaman

Turun kembali ke bumi

Dalam hadist Nabi Muhammad ﷺ diceritakan bahwa menjelang hari kiamat/akhir zaman Nabi Isa as. akan diturunkan oleh Allah ﷻ dari langit ke bumi.[c] Peristiwa itu tergambar dari hadist berikut:

Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa as. setelah turun dari langit adalah menunaikan shalat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist-hadist di atas. Isa akan menjadi makmum dalam salat yang diimami oleh Imam Mahdi.

Adapun lokasi turunnya Nabi Isa as. dijelaskan oleh Nabi Muhammad ﷺ dalam sebuah hadist berikut,

Kedatangan Nabi Isa as. akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi kedzaliman, kesengsaraan & peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi, setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa as. akan diturunkan dari langit untuk menumpas dajjal.

Membunuh Dajjal

Turunnya Nabi Isa as. ke bumi bertugas untuk menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama, ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah ﷻ.

Dikisahkan setelah Nabi Isa as. selesai menunaikan shalat, ia berkata, "Keluarlah kamu semua (pasukan kaum muslimin) bersama kami untuk menghadapi musuh Allah, yaitu dajjal." Lalu mereka pun keluar, kemudian dajjal yang baru saja mendakwa kepada manusia (bahwa ia adalah raja yang mendapat petunjuk dan pemimpin yang jenius serta bijaksana, bahkan mengaku sebagai Tuhan Yang Maha Tinggi) melihat Nabi Isa as. Dajjal pun meleleh seperti garam yang meleleh di dalam air dan melarikan diri, akan tetapi ia dihadang oleh Nabi Isa as. di pintu kota Lud di Palestina.
Sekiranya Nabi Isa as. membiarkan saja hal ini, maka dajjal akan hancur seperti garam dalam air. Namun, Nabi Isa as. berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku berhak untuk menghajar kamu dengan satu pukulan." Lalu Nabi Isa as. menombak dan membunuhnya dan memperlihatkan kepada semua orang darah dajjal di tombaknya. Maka tahu dan sadarlah para pengikut dajjal dari kalangan Yahudi, bahwa dajjal bukanlah Allah. Jika benar apa yang didakwakan dajjal (dajjal mengaku sebagai tuhan) tentulah dajjal tidak akan dapat dibunuh oleh Nabi Isa as.

Menghancurkan Ya’juj dan Ma’juj

Salah satu tugas besar Nabi Isa as. setelah membunuh dajjal adalah menyelamatkan ummat manusia dari fitnah Ya’juj dan Ma’juj.[d]

Maka saat mereka telah keluar (dari dinding tembaga yang mengurung mereka sejak zaman raja Dzulkarnain), maka Allah berkata kepada Isa ibnu Maryam, ”Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba (Ya’juj dan Ma’juj) yang tidak mampu diperangi oleh siapapun, maka hendaklah kamu mengasingkan hamba-hamba-Ku ke Thur (Thursina).”

Dahsyatnya fitnah Ya’juj dan Ma’juj digambarkan dalam sebuah hadist Rasulullah ﷺ sebagai berikut:

Menjadi pemimpin yang adil

Menurut suatu riwayat, setelah Nabi Isa as. turun dari langit, ia akan menetap dibumi sampai wafatnya selama 40 tahun. Ia akan memimpin dengan penuh keadilan, sebagaimana yang diceritakan dalam hadist berikut,

Menunaikan ibadah haji

Diceritakan dalam sebuah hadist bahwa Nabi Isa as. akan melaksanakan haji.

Nabi Isa as. akan wafat

Setelah Nabi Isa as. menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah ﷻ akan mewafatkan dia. Hanya Allah ﷻ saja yang tahu kapan dan dimana Nabi Isa as. akan diwafatkan. Setelah wafatnya Isa Al-Masih kemudian dunia akan mengalami kiamat.

Mukjizat

Sebagai salah satu nabi dan rasul, Allah memberikan Nabi Isa as. mukjizat yang disebutkan dalam Al-Qur'an.

Mukjizat Nabi Isa as. diantaranya adalah:

  • Lahir tanpa adanya seorang ayah,
  • Dapat berbicara sewaktu masih bayi[19][20] untuk menerangkan bahwa ia seorang nabi yang diutus untuk bani Israel
  • Dapat mengetahui Taurat asli Nabi Musa as., yang disembunyikan dan telah mengalami banyak perubahan yang dilakukan oleh orang-orang cerdik dari kaum Yahudi
  • Membentuk tanah seperti burung kemudian meniupkan roh, lalu tanah itu menjadi burung,[21][20]
  • Menyembuhkan orang buta,[21][20]
  • Menyembuhkan orang yang berpenyakit sopak,[21][20]
  • Menghidupkan kembali orang yang telah mati.[21][20] Para ahli tafsir mengatakan bahwa Nabi Isa as. menghidupkan empat orang:
  1. al-Azir yaitu temannya
  2. dua orang anak laki-laki dari seorang tua dan seorang anak perempuan satu-satunya dari seorang ibu.
  3. Sam bin Nuh atas permintaan orang Yahudi.
  • Diberi kemampuan melihat hal-hal yang ghaib melalui panca inderanya meskipun ia tidak menyaksikannya secara langsung,[21][20]
  • Menurunkan makanan dari langit karena permintaan Hawariyun,[22]

Al-Hawâriyyûn (Pengikut)

Dalam berdakwah, Isa didampingi para pengikutnya yang disebut al-Hawâriyyûn, yang jumlahnya 12 orang, sesuai dengan jumlah suku (sibith) Bani Israil, sehingga masing-masing hawari ini ditugaskan untuk menyampaikan risalah Injil bagi masing-masing suku Bani Israil. Namun nama-nama hawari tersebut tidaklah disebutkan di dalam Al-Quran. Kisah para sahabat Isa ini terdapat dalam surat Al-Mâ'idah: 111-115 dan surat Ãli-'Imrân: 52. Dalam surat tsb diceritakan bahwa al-Hawâriyyûn meminta Isa untuk menurunkan makanan dari langit. Nama surat Al-Maidah yang berarti makanan diambil karena mengandung kisah ini. Kejadian turunnya makanan dari langit ini makin menambah ketebalan iman para pengikut Isa

Lihat pula

Pranala luar

Referensi

  1. ^ a b c An-Nisa' (04): 171
  2. ^ Az-Zukhruf (43): 63
  3. ^ Ali 'Imran (03): 45-47
  4. ^ "Tempat-2 Bersejarah dlm Kehidupan Rasulullah" oleh Hanafi Muhalawi hal. 27
  5. ^ Maryam (19): 21
  6. ^ Maryam (19): 35
  7. ^ Ali 'Imran (03): 59
  8. ^ Al-Anbiyaa' (21): 91
  9. ^ Maryam (19): 30-32
  10. ^ Sahih Bukhari 004:054:506
  11. ^ "Yahya b. Zakariyya", Encyclopedia of Islam.
  12. ^ Maryam (19): 30-35
  13. ^ Az-Zukhruf (43): 63-65
  14. ^ Al-Maa'idah (05): 75
  15. ^ Al-Maa'idah (05): 116-117
  16. ^ An-Nisaa' (04): 157
  17. ^ An-Nisaa' (04): 158
  18. ^ Al-Anbiyaa' (21): 96
  19. ^
  20. ^ a b c d e f
  21. ^ a b c d e
  22. ^


Kesalahan pengutipan: Ditemukan tag <ref> untuk kelompok bernama "lower-alpha", tapi tidak ditemukan tag <references group="lower-alpha"/> yang berkaitan, atau </ref> penutup tidak ada